Ketua Panitia Pelaksana, Harniwan Obech, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar nonton bareng. Kami ingin tunjukkan bahwa disabilitas butuh ruang berkarya, bukan dikasihani. Film ini inspirasi
Acara ini juga dirangkaikan dengan penutupan program belajar menulis dan membaca Al-Qur’an Braille yang diikuti 30 peserta. Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah kota Tasikmalaya dan difasilitasi komunitas sahabat mata.
Komunitas sangat penting untuk mendorong kemandirian teman-teman difabel.
Ia pun mengapresiasi konsistensi Wakil Wali Kota Diky Candra yang selama ini aktif memotivasi dan membuka ruang bagi penyandang disabilitas.
Pak Wakil Wali Kota selalu hadir, bukan hanya simbolis, tapi benar-benar memberi semangat.
Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menular ke kota lain.
“Semoga ini jadi bahan bakar. Bahwa langit tetap sama untuk semua. Yang membedakan hanya seberapa tinggi kita mau terbang,” tutupnya.
Dengan pesan kuat tentang inklusi dan kemandirian, film dokumenter Langit Tetap Sama berhasil membuktikan, bahwa di balik gelap, ada cahaya karya yang mampu menerangi banyak orang.

