Telah Dilantik Pengurus DPC GEKRAFS Kota Tasik, Walikota Viman Titipkan 4 Arah Kerja

Ukuran keberhasilan kepengurusan ini harus terasa pada pelaku: usahanya lebih tertata, produknya meningkat kualitasnya. pasarnya bertambah luas, dan pendapatannya membaik. Program kerja yang sederhana namun konsisten akan jauh lebih berarti apabila benar-benar menjawab kebutuhan para pejuang ekonomi kreatif.

Sebagai Wali Kota sekaligus Ketua Dewan Pembina GEKRAFS Kota Tasikmalaya, saya siap membersamai langkah baik ini. Saya mengajak perangkat daerah terkait untuk membuka ruang kolaborasi yang sehat dan terukur. Mari kita duduk bersama, menyusun agenda yang realistis, membagi peran dengan jelas, lalu memastikan setiap rencana mempunyai tindak lanjut.

” Saya menitipkan harapan besar kepada seluruh pengurus yang dilantik. Bawalah semangat, keberanian, dan kekuatan kolaborasi untuk ikut membangun Kota Tasikmalaya, khususnya di bidang ekonomi kreatif. Jadikan GEKRAFS rumah bersama yang ramah bagi gagasan, tempat bertemunya peluang, dan jembatan yang membawa karya warga Tasikmalaya menuju panggung yang lebih luas, “paparnya.

Baca Juga:Lantik DPD AGPAII, Bupati Pelalawan Ajak Seluruh Guru Tingkatkan Kapasitas Diri, Perkuat Kompetensi, dan Jadi Teladan Bagi Peserta Didik

Sementara, Ketua DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya, Deden Khairul, menegaskan organisasinya siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Kami tidak hanya akan bersinergi, tapi juga siap memberikan masukan kritis terhadap kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Tujuannya agar setiap regulasi benar-benar berpihak pada pelaku usaha.

Salah satu fokus utama Dekrafs ke depan adalah mendorong lahirnya Peraturan Daerah Ekonomi Kreatif. Menurut Deden, regulasi khusus itu penting sebagai payung hukum agar pelaku kreatif merasa aman dan terlindungi saat berusaha.

Baca Juga:Diduga Oknum KS SDN Bojongsari 1 Cianjur Rusak Aset Negara, Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu

Banyak pelaku kreatif kita yang sudah jalan, tapi masih abu-abu secara hukum. Tahap awal kami akan edukasi soal legalitas usaha, hak cipta, hingga perizinan. Kalau fondasi hukumnya kuat, mereka bisa lebih fokus berkembang.

Deden menilai potensi ekonomi kreatif Tasikmalaya sangat beragam, mulai kuliner, fashion, kriya, musik, hingga konten digital dan gim. Namun tantangan terbesar saat ini adalah mendorong pelaku usaha agar naik kelas dan menembus pasar lebih luas.

Untuk itu, Gekrafs berencana menggelar festival budaya skala kota. Acara ini akan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas sebagai upaya mempromosikan karya lokal sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.

Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Bersama Baznas Percepat Rehab Sebelas RTLH, Salah Satunya di Kecamatan Surian

Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya pada Oktober 2026, Gekrafs juga akan turun langsung dengan program yang menyentuh masyarakat.

“Kami ingin Gekrafs hadir dengan aksi nyata. Bukan hanya seremoni, tapi ada manfaat yang dirasakan warga,” tegas Deden.

Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat, Avip Firmansyah, berharap kepengurusan di Tasikmalaya bisa menjadi motor penggerak pelaku kreatif di Priangan Timur.

Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Siapkan Anggaran 7,5 Milyar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

“Tugas Gekrafs adalah menjembatani antara pelaku, pemerintah, dan pasar. Tasikmalaya punya energi besar. Jika kolaborasinya kuat, produk kreatif Tasik bisa go nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *