Baca Juga:Aksi Unras Mahasiswa Berlangsung Tertib dan Aman, Polres Purwakarta Pastikan Situasi Kondusif
“Selama ini ada jarak antara kampus dan masyarakat. Ilmu terasa jauh. Pengabdian sering berhenti ketika program selesai. Padahal masyarakat harusnya jadi subjek, bukan objek,” kata Eki.
Ia berharap kolaborasi pentahelix antara kampus, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media bisa terus diperluas.
“Pembangunan tidak akan jalan kalau masih ada ego sektoral. INUTAS ingin jadi kampus yang menjawab tantangan ke depan,” ujarnya.
Baca Juga:Kehadiran Diky Chandra Di Pesta Rakyat Dapat Penghargaan dan Naik Kuda Renggong
Lurah Cipawitra Hj. Ade menyambut baik inisiatif INUTAS. Ia menilai program ini langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Kami sangat mengapresiasi. Semoga dampaknya terasa bagi masyarakat Cipawitra, terutama dalam pendidikan, ekonomi, dan lingkungan,” ucapnya.
Ustadz Iim, salah satu pengelola MDTU, mengaku banyak belajar dari program ini. “Alhamdulillah sekarang kami jadi paham Madrasah Digital. Ilmu yang sangat bermanfaat untuk anak-anak.
Dengan penutupan ini, INUTAS Impact menandai langkah awal. Harapannya, kolaborasi kampus dan masyarakat Cipawitra bisa naik ke level yang lebih luas dan memberi manfaat jangka panjang.

