Pewarta:Yandi.
Subang,Hallo Berita Online.Com – Selama musim kemarau, tidak sedikit warga yang mengeluhkan alir air bersih di rumah mereka mendadak mengecil atau berkurang tekanannya. Fenomena ini kerap memicu pertanyaan publik, Mengapa debit air menyusut justru di saat udara sedang panas-panasnya?
Menjawab keresahan masyarakat, Perumda Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang (TRS) memberikan penjelasan resmi sekaligus edukasi mengenai dinamika distribusi air bersih selama musim kemarau.
berdasarkan penjelasan resmi dari Perumda TRS, ada dua faktor utama yang terjadi secara bersamaan saat kemarau:
1. Penurunan Debit Sumber Air Baku
Curah hujan yang minim mengakibatkan debit mata air dan sumber air baku alami mengalami penurunan drastis. Akibatnya, volume air yang dapat diolah oleh unit pengolahan air menjadi jauh lebih terbatas dibandingkan saat musim hujan.
2. Lonjakan Kebutuhan Air
Masyarakat Ironisnya, di saat pasokan air baku menurun, konsumsi air oleh masyarakat justru mengalami peningkatan signifikan untuk berbagai aktivitas harian seperti mandi, mencuci, hingga penyiraman. Kondisi “Pasokan Menurun vs Kebutuhan Meningkat” ini menciptakan tantangan tersendiri dalam distribusi.
Bagi sebagian warga yang merasakan aliran airnya lebih kecil dibandingkan tetangga atau area lain, Perumda Tirta Rangga Subang menjelaskan beberapa faktor teknis yang memengaruhinya:
Baca Juga:Peringati Bulan Bung Karno, Nanang Romli Masyarakat Jangan Lupakan Sejarah Bapak Proklamator
• Jarak dari Reservoir/Instalasi: Semakin jauh lokasi rumah dari instalasi pengolahan atau reservoir utama, tekanan air secara alami akan berkurang di sepanjang jaringan pipa.
Elevasi/Ketinggian Wilayah: Rumah yang berada di dataran tinggi atau wilayah dengan elevasi lebih tinggi membutuhkan tekanan ekstra agar air dapat terdorong naik.

