• Penggunaan Bersamaan di Jam Puncak (Peak Hours): Saat warga menggunakan air secara serentak (misalnya di pagi atau sore hari), tekanan air di dalam pipa distribusi akan terbagi dan menurun.
Menghadapi tantangan musim kemarau ini, Perumda TRS memastikan bahwa tim teknis terus bekerja optimal di lapangan melalui 4 langkah strategis:
1. Monitoring Debit Sumber Air: Memantau ketersediaan air baku secara rutin untuk mengantisipasi fluktuasi pasokan.
2. Penelusuran & Perbaikan Kebocoran: Melakukan deteksi dini dan perbaikan berkala pada jaringan pipa, karena kebocoran sekecil apa pun dapat menguras tekanan air.
Baca Juga:Plt Gubernur Riau Lantik 77 Kepala Sekolah Tingkat SMA, SMK, dan SLBN, Ini Nama-namanya
3. Pengaturan Distribusi Air (Zoning/Pola Distribusi): Mengatur ulang aliran air sesuai kondisi lapangan agar pelayanan tetap merata bagi seluruh pelanggan.
4. Pemeliharaan Instalasi Pengolahan: Melakukan perbaikan dan perawatan rutin pada fasilitas pengolahan demi menjaga kualitas serta kontinuitas air bersih.
Perumda Tirta Rangga Subang menegaskan bahwa keberlanjutan pasokan air bersih membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Pelanggan diimbau untuk turut serta dalam menjaga ketersediaan air dengan langkah- langkah sederhana yaitu gunakan air secara bijak dan secukupnya dan pastikan kran ditutup rapat setelah digunakan.
Jika menemukan adanya kendala jaringan atau kebocoran pipa air Perumda TRS, masyarakat dapat langsung menghubungi hotline resmi via WhatsApp/Telepon di nomor:m 0819-0819-7024.

