Pewarta: Usup Supriatna.
Purwakarta,Hallo Berita Online.Com – Publik sosial baru-baru ini digemparkan oleh unggahan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein. Sebuah lagu berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang diunggah di akun pribadinya menuai sorotan tajam dan memicu kontroversi di kalangan publik.
Polemik ini akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tidak tinggal diam, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut langsung memanggil Om Zein untuk meminta klarifikasi, hingga berujung pada pemberian “sanksi sosial” yang terbilang unik dan menantang.
Duduk Perkara Lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat”
Lagu yang diunggah pada Januari 2026 tersebut dinilai oleh sebagian kalangan mengandung narasi yang kurang pantas dan cenderung merendahkan kaum perempuan. Kritik pun berdatangan dari berbagai organisasi masyarakat dan netizen yang menyayangkan sikap seorang kepala daerah.
Dalam pertemuan khusus bersama Dedi Mulyadi, Om Zein secara terbuka membeberkan asal-usul lagu tersebut. Ia menjelaskan bahwa lirik lagu itu murni terinspirasi dari perjalanan dan pengalaman hidup pribadinya di masa lalu.
“Saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk menyinggung ataupun merendahkan harkat martabat perempuan,” tegas Om Zein memberikan klarifikasi.
Baca Juga:Satpas Polrestabes Bandung: Biaya SIM Sesuai Regulasi, Pelayanan Terus Ditingkatkan
Pengakuan Masa Lalu Om Zein: Pernah Punya Tiga Istri
Di hadapan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta ini blak-blakan mengenai masa lalunya yang kelam sebelum terjun ke panggung politik. Ia mengakui bahwa kehidupannya dahulu penuh dengan kekeliruan, bahkan secara jantan menyebutkan dirinya pernah memiliki tiga orang istri.
Namun, roda kehidupan Om Zein berputar ketika ia bertemu dan mendapat bimbingan langsung dari Dedi Mulyadi. Dorongan kuat dari Dedi untuk maju sebagai calon Bupati Purwakarta diakui menjadi titik balik (turning point) hidupnya. Sejak saat itu, Om Zein berkomitmen penuh untuk memperbaiki diri, bertobat, dan memfokuskan sisa hidupnya demi mengabdi kepada masyarakat Purwakarta.
Sanksi Sosial dari Dedi Mulyadi: Wajib Pakai Uang Pribadi!

