Biaya Program Arboretum di Kota Tasik dari Provinsi Jabar, Pemkot Tasik Tinggal Tentukan Lokasi Penanaman

“Makanya, Arboretum ini di tahun 2026 hanya ada di Cabang Dinas Kehutanan wilayah VI , ” jelasnya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya,R Diky Candranegara memastikan program ini tidak membebani APBD Kota Tasikmalaya karena dananya sudah dialokasikan provinsi.

Manfaatnya jelas. Bisa menambah PAD dari sektor wisata, menambah resapan air, dan jadi tempat edukasi.

Ia memproyeksikan dua wilayah sebagai kandidat, Situ Beet Mangkubumi, dan Bungursari. Khusus Situ Beet dinilai paling strategis karena di sana banyak perajin anyaman bambu yang kini kesulitan bahan baku.

Baca Juga:Gelar Patroli Gabungan, TNI-Polri di  Purwakarta Wujudkan Wilayah Yang Kondusif

Selama ini perajin harus beli bambu dari luar. Kalau ada penanaman di Situ Beet, bahan bakunya bisa dipenuhi dari sini,”

Sebagai Wakil Wali Kota ia tidak berwenang menentukan lokasi. Keputusan akhir ada di tangan Wali Kota.

“Saya tegaskan ini untuk kepentingan daerah, bukan pribadi. Kalau Kota Tasik butuh, segera buat keputusan,” tegasnya.

Keterlambatan ini menjadi kritik tersendiri. Program lingkungan yang dananya sudah ada, tujuannya jelas untuk konservasi dan ekonomi rakyat, justru mandek karena administrasi lokasi.

Jika Pemkot terus menunda, bukan hanya anggaran provinsi yang terancam, tapi juga harapan para perajin Situbeet yang menanti kepastian bahan baku.Leuweung Hejo tidak bisa jalan jika kepala daerahnya diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *