“Melalui program wajib belajar 1 tahun prasekolah, kita ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar,” ujarnya.
Ia berharap ke depannya seluruh Bimba se-Kabupaten Subang dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan program ini.
“Pemerintah, satuan pendidikan, para pendidik, orang tua, organisasi mitra, serta masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan prasekolah,”jelasnya.
Oleh karena itu, Ia pun berharap sosialisasi hari ini tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian informasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat komitmen kita dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Kabupaten Subang.
Baca Juga:Dinas Pendidikan Dorong Oltrad Terus Dilestarikan di Kalangan Pelajar
“Mari kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa pendidikan prasekolah bukanlah pilihan yang boleh diabaikan, melainkan merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan anak,”katanya.
Keberhasilan program wajib belajar satu tahun prasekolah tidak hanya diukur dari semakin banyaknya anak yang mengikuti pendidikan prasekolah, tetapi juga dari kualitas pengalaman belajar yang mereka dapatkan.
Dirinya memastikan setiap anak yang mengikuti pendidikan prasekolah mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, penuh kasih sayang, serta mampu menumbuhkan potensi dan karakter positif mereka.
Baca Juga:Warga Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Keluhkan Infrastruktur Jalan
“Saya percaya, dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Subang, Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, satuan pendidikan, Bimba, para pendidik, dan tentunya para orang tua, kita dapat mewujudkan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas.

