Menurutnya, penanganan isu LGBT perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, termasuk penguatan pembinaan mental dan sosial serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga:Silaturahmi Kapolres Purwakarta dengan Kajari, Perkuat Sinergi Aparat Penegak Hukum
“Saya ingin mengajak seluruh tenaga kesehatan, karena LGBT juga bukan sekadar psikolog, tetapi juga ada efek fisik, sehingga para nakes harus bantu berkolaborasi dengan para sesepuh,” ajak Bupati Cecep.
Bupati Cecep menegaskan, upaya penanganan isu tersebut tetap harus dilakukan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan dan tidak melalui tindakan diskriminatif.
“Tidak boleh ada diskriminasi, mereka manusia harus dimanusiakan, jangan dibully dan dijauhi,” tegasnya.
Baca Juga:Bunda Paud Subang Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Pastikan Setiap Anak Siap Masuk SD
Turut hadir dalam acara ini, unsur Forkopimda Kab. Tasikmalaya, ketua MUI Kab. Tasikmalaya beserta jajaran, para Camat se-Kab. Tasikmalaya, para rektor universitas, para pimpinan pondok pesantren, para ketua organisasi kemasyarakatan, keagamaan, dan kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.

