Tasik Open kini mengalami kemajuan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dulu kesan ‘jago kandang’ masih melekat karena hanya diikuti peserta se-Priangan Timur. Sekarang mereka berani mengundang peserta dari lima provinsi. Ini sangat positif untuk mengukur sejauh mana kemampuan atlet Tasikmalaya saat berhadapan dengan pesaing dari luar daerah.
Tahun ini, Tasik Open 9 diikuti sekitar 1.250 peserta. Peserta terjauh datang dari Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Melonjaknya jumlah peserta membuat kapasitas GOR Sukapura menjadi sorotan utama.
Baca Juga:Hari K3 Sedunia, Sekda Subang Tekankan Pentingnya Sinergi dan Keselamatan Kerja
Divie juga membawa kabar membanggakan. Salah satu atlet Kota Tasikmalaya baru saja menyabet medali emas di Kejurnas Kalimantan. Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan di Tasikmalaya mulai menunjukkan hasil nyata.
Ia berharap Pemkot dan Pemprov Jawa Barat segera memperhatikan kondisi sarana olahraga.
“Harapan kami tahun depan ada gedung yang mampu menampung peserta lebih banyak. Kami sudah sampaikan ke Wakil Wali Kota. Tasikmalaya adalah salah satu kota terbaik di Jawa Barat dan sangat membutuhkan sarana olahraga yang representatif.
Divie menilai, jika pembangunan gedung baru belum memungkinkan, setidaknya renovasi fasilitas yang ada perlu segera dilakukan, ” pungkasnya.

