“Pinjol itu sangat berbahaya kalau digunakan secara memaksa. Ketika ingin meminjam, harus benar-benar diperhitungkan terlebih dahulu. Jangan sampai demi gengsi atau keinginan sesaat, malah menambah beban hidup,”ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membiasakan hidup sederhana dan apa adanya meskipun berada dalam kondisi kebutuhan mendesak. Menurutnya, pola hidup sederhana menjadi salah satu cara terbaik agar tidak mudah tergoda pinjaman instan maupun praktik judi online.
“Kita harus belajar hidup sederhana, apa adanya. Walaupun kebutuhan mendesak, tetap harus berpikir panjang dan jangan mengambil keputusan yang justru merugikan diri sendiri di kemudian hari,”katanya.
Ia menambahkan,kegiatan TOT Karang Taruna bersama OJK tersebut diharapkan mampu melahirkan para agen edukasi di lingkungan masyarakat yang dapat memberikan pemahaman tentang literasi keuangan, bahaya judi online, serta risiko pinjaman online ilegal yang saat ini semakin marak menyasar kalangan remaja dan anak muda.
Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Bersama Baznas Percepat Rehab Sebelas RTLH, Salah Satunya di Kecamatan Surian
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam membangun generasi muda yang cerdas secara finansial, bijak dalam menggunakan teknologi digital, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

