“Saya ingat dahulu ada tukang susu kedelai dorong di terminal dan beberapa tahun yang lalu saya ketemu dengan penjual tersebut dan ternyata kehidupannya sudah sukses, padahal awalnya tukang susu kedelai.Namun kini sukses bahkan membagikan bantuan kepada yang membutuhkan dengan nominalnya cukup banyak.Beliau menjadi sukses ini karena bersinergi dan berkolaborasi dengan aghnia,” jelas Diky.
Menurutnya,dengan adanya kegiatan ini,saya salut dan bangga dengan para KWT BPP Cipedes ini, saya berharap KWT -KWT di daerah lainnya bisa menyesuaikan menjadi KWT-KWT yang berinovasi untuk kemajuan Kota Tasikmalaya.
“Mereka tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dark aghnia. Diakui untuk Pemerintah sendiri tidak bisa berbuat banyak mengingat kondisi fiskal saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kita akan tetap bergerak, tetap akan merangkul, mencoba berikhtiar semaksimal mungkin untuk tetap dekat dengan masyarakat tapi tentunya ada keterbatasan dengan kondisi seperti ini.
Baca Juga:Dua Lokal SDN Bojongsari 1 Sukaluyu, Akan Mendapatkan Bantuan DAU dari Pemda Cianjur
“Tidak berarti mengeluh, kami tetap fight, tetap berjuang, tetapi jelas Pemerintah tidak bisa sendiri tanpa di bantu oleh masyarakat yang lainnya dan dari manapun berasal, “tutur Diky.

