Geram, Diky Chandra Disdik Kota Tasik Tidak Hadir di Pembukaan Out Of The Box Buku Keliling

“Padahal sekolah dan dinas pendidikan adalah garda terdepan dalam menggaungkan literasi. Harusnya kita bergerak bersama. Rumah, sekolah, dan komunitas harus satu suara mengajak anak-anak kembali ke buku,” katanya.

Sementara, Ketua penyelenggara kegiatan, Agus, menjelaskan konsep Out Of The Boox memang dibuat jemput bola. Gudang buku keliling sengaja dibawa ke ruang publik agar warga tidak perlu jauh-jauh ke toko buku.

“Kami ingin menghilangkan jarak antara buku dan pembaca. Di sini semua kalangan bisa datang, lihat langsung, pegang bukunya, dan beli dengan harga miring. Ada buku anak, novel, agama, pendidikan, sampai buku keterampilan,” jelas Agus.

Baca Juga:Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Wajib Pajak Kendaraan Bermotor, P3DW Ciamis Gelar Pemeriksaan Kendaraan di Jalan Raya Sukakerta

Selain penjualan, kegiatan ini juga diisi diskusi ringan, bedah buku, dan pojok baca gratis untuk anak-anak. Pengunjung bisa duduk santai sambil membaca di area yang disediakan panitia.

Agus berharap, selama tiga minggu ke depan, Gedung Creative Center bisa menjadi rumah kedua bagi pecinta buku di Tasikmalaya.

Target kami bukan hanya jualan. Tapi bagaimana setelah pulang dari sini, orang jadi punya satu buku baru di rumah dan kebiasaan membaca mulai tumbuh lagi,” pungkasnya.

Baca Juga:Kabupaten Purwakarta Jadi Pilot Project Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan di Setiap Kecamatan

“Dengan harga terjangkau dan lokasi yang mudah diakses, _Out Of The Box_ diharapkan menjadi pemantik lahirnya komunitas baca baru di Kota Tasikmalaya, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *