LASQI bukan hanya sebagai lembaga seni tetapi juga sebagai lembaga dakwah, karena ada pesan moralnya.
“Qosidah bukan hanya seni. Lebih dari itu, ia adalah media dakwah yang menyentuh hati. Ini penting untuk menjaga dan memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kekompakan antara pengurus, pembina, pemerintah, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, qosidah di Tasikmalaya diyakini bisa naik kelas.
“Saya berharap ke depan LASQI tidak hanya melestarikan lagu-lagu lama, tapi juga mampu menciptakan karya baru yang inspiratif dan bisa dibanggakan,” pungkas Diky.

