Banjir yang terjadi umumnya berupa genangan akibat curah hujan tinggi serta kapasitas saluran air yang tidak optimal. Pemilihan Tugujaya sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada tingkat kerawanan genangan yang cukup tinggi, sekaligus tingginya partisipasi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam upaya mitigasi berbasis komunitas.
Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Bersama Baznas Percepat Rehab Sebelas RTLH, Salah Satunya di Kecamatan Surian
“Melalui kegiatan ini, BPBD berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana terus meningkat. Upaya edukasi, simulasi, dan aksi lingkungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesiapsiagaan menjadi budaya di tingkat keluarga hingga lingkungan,”harap Hanafi.
Di tempat terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarzi Ramadhan, ST., MBA seusai apel menyampaikan peringatan HKB pada tahun ini harus diisi dengan aksi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui pembersihan saluran air.
Realisasikan Program Pelestarian Lingkungan Ia menyebut langkah tersebut penting untuk meminimalkan potensi banjir sekaligus menjaga fungsi sungai.
“Selain itu, Pemkot juga telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau, di antaranya memastikan ketersediaan air bersih serta optimalisasi sarana seperti SPAM, embung, dan jaringan saluran air. Seluruh unsur pemerintah, termasuk Forkopimda dan TNI-Polri, diminta bergerak bersama menghadapi potensi cuaca ekstrem,”pungkasnya

