LKota Tasik,Hallo Berita Online.Com- Kelompok Tani Makmur Sejahtera yang berlokasi di Kampung Pamijahan RW 07, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya pada Jum’at (18/9/2026).Terus mengembangkan budidaya Cengek Mahkota Dompo dengan memanfaatkan lahan sekitar 1 hektare.
Saat diwawancarai, Ketua Kelompok Tani Makmur Sejahtera, Santo Rahman, mengatakan hingga saat ini sudah terdapat sekitar 2.000 polibek lebih yang telah ditanami cengek Mahkota Dompo. Ke depan, kelompok menargetkan jumlah tersebut dapat berkembang hingga mencapai 10.000 polibek.
Menurut Santo, penggunaan polibek merupakan salah satu cara kelompok untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, terlebih saat ini kondisi kemarau cukup panjang.
“Kenapa kami menggunakan polibek, salah satu tujuannya untuk memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal. Apalagi sekarang kondisi kemarau cukup panjang. Dengan polibek, tanaman bisa ditata dan dikelola lebih terarah, sehingga lahan yang ada tetap bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif,” ujar Santo Rahman.
Lahan sekitar 1 hektare tersebut secara bertahap akan dikembangkan sesuai dengan kemampuan kelompok. Penggunaan polibek juga memungkinkan kelompok mengatur penempatan tanaman serta kebutuhan pemeliharaan dan penyiraman dengan lebih terencana.
“Sekarang sudah ada 2.000 polibek lebih. Target kami 10.000 polibek. Tentunya untuk mencapai target tersebut perlu proses dan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.
Berdayakan Warga Sekitar
Pengembangan budidaya Cengek Mahkota Dompo tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga sekitar.
Para anggota Kelompok Tani Makmur Sejahtera berasal dari masyarakat di sekitar Kampung Pamijahan RW 07. Mereka dilibatkan dalam kegiatan pertanian mulai dari persiapan, penanaman, pemeliharaan hingga pengembangan usaha tani.
“Anggota kelompok tani kami berasal dari warga sekitar. Tujuan kami bagaimana warga bisa diberdayakan melalui kegiatan yang produktif, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat,” ungkap Santo.
Menurutnya, keberadaan kelompok tani diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan pertanian, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

