Dijelaskannya, target ke depannya akan ada mini stage panggung untuk para kreator dari mulai swpeei reog, wayang dan yang lain-lainnya di harapkan bisa muncul disitu sebagai wisata edukasi baik itu seni yang berkaitan dengan bambu maupun jenis-jenis bambu itu sendiri agar masyarakat Indonesia tahu.
Yang ketiga pemanfaatan lapangan ex terminal Cilembang, itu juga sudah kami usulkan, tapi tentunya itu bukan kewenangan kami tetapi kewenangan dari Kabupaten Tasikmalaya dengan harapan itu bisa jadi ruang terbuka untuk pertunjukan yang, akan memberikan PAD buat Kabupaten tapi setidaknya akan berdampak positif kepada Kota Tasikmalaya.
“Yang ke empat adalah kita sudah menyampaikan bahwasanya ada pemanfaatan pendopo supaya bisa memberikan manfaat untuk masyarakat salah satunya bisa dijadikan sebagai museum Sukapura,” tuturnya.
Sementara, Komite Budaya Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Cevi Wisesa menjelaskan Gentra Loka vol 4 yang diadakan saat ini adalah program rutin setiap bulan yang diadakan oleh komite budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Program TJSL, BRI Cabang Ciamis Salurkan Bantuan Paket Sembako Warga Kurang Mampu
Jadi setiap bulan, setiap pekan akhir kita bikin satu kegiatan berupa event atau pun pelatihan atau persamuan budaya.
“Untuk tema, di setiap kegiatan beragam termasuk kegiatan gentra Loka vol 4 ini yang kita khususkan untuk Karinding yang dalam hal ini oleh karinding sadulur dan wanjasad dari Garut,”ujarnya.
Dikatakannya,kenapa kegiatan ini diadakan di ruang publik modern katakanlah di cafe-cafe, karena memang target kita adalah milenial dan gen z, bagaimana mereka memiliki keakraban dengan produk- produk Kesenian tradisi.
Baca Juga:Razia Gabungan, KPPBC TMP-A Bogor-Satpol PP Sukabumi Sita Sebanyak 14.848 Batang Rokok Ilegal
“Oleh karenanya kita membawa produk-produk budaya tradisi ini di ruang-ruang seperti ini. Tentu saja ini bagian dari upaya kami menjaga nafas kebudayaan dan berharap kedepan tentunya Pemerintah lebih hadir lebih memperhatikan tapi bukan kepada kami tapi kepada kelompok- kelompok atau sanggar-sanggar di bawah naungan DKKKT, “harapnya.

