Menurutnya,penyuluh pertanian lapangan lah yang menjelaskan akan kondisi akibat dampak pembangunan tersebut. Ada usaha rencana untuk mencari yang terbaik tentang hal ini.
“Karena di satu sisi PPL ini ditekan oleh pihak Kementerian Pertanian harus mencapai kuota sekian ribu dan sudah okay. Tetapi tiba-tiba di BBWS nya sendiri kan sekarang debit air sedang berkurang,”kata Diky.
Ia menambahkan,hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, yaitu soal bencana kekeringan, ini yang harus diwaspadai.
“Yang pasti pada pertemuan di BBWS ini semua berjalan baik, Inshaa Alloh satu sama lain saling input informasi,” tutur Diky Chandra.

