“Dimana jangan sampai musik-musik tradisional ini terlupakan oleh generasi muda. Pada prinsipnya kami dari Disporabudpar sangat mensupport sekali,”katanya.
Pupuhu Daya Mahasiswa Sunda Cabang Tasikmalaya, Peppi M Subagja, S.Sos.MM mengatakan bahwa kegiatan yang digelar pada kesempatan ini merupakan kegiatan dalam rangka memperingati hari Seni Sedunia.
Baca Juga:Tim BBKSDA Riau Lakukan Mitigasi di Areal Kerja PT PHR , Terdengar Suara Auman Harimau Sumatera
Ini merupakan kegiatan perdana yang diadakan oleh Daya Mahasiswa Sunda Cabang Tasikmalaya, yang mana pada kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Daya Mahasiswa Sunda dengan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya.
Pada kegiatan diskusi ini, kami mendatangkan dua orang narasumber yaitu Iik Setiawan, S.Kar selaku Seniman dan Budayawan serta Ega Robot selaku musisi Jawa Barat.
Diskusi ini di maksudkan agar peserta yang hadir pada kegiatan ini dapat belajar dan dapat meningkatkan pengetahuannya.
Mudah-mudahan daru kedua narasumber itu tersebut dapat memberikan pengalaman pribadi maupun pengalaman kegiatannya, kompetensi musisi Tasikmalaya itu dapat meningkat.
Baca Juga:Wabup Pelalawan Hadiri Syukuran Replanting Perdana di KPUD Sejahtera SP 6
Peserta yang mengikuti kegiatan ini dark berbagai kalangan antara lain para musisi, sanggar-sanggar baik ititu sanggar umum maupun sanggar Seni di sekolah juga UKM-UKM Seni di Universitas.Dimana para mahasiswa juga di ajak untuk meningkatkan kreatifitasnya.
Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, dan kegiatan di tahun mendatang dapat berbeda dengan kegiatan pada tahun ini yang mana pada tahun mendatang ada juga untuk seni-seni lainnya sehingga dapat menjadi menjadi daya tarik pariwisata kota Tasikmalaya.
“Untuk ruang publik, di Kota Tasikmalaya itu kan ada alun-alun Dadaha, lalu kami mengusulkan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya bagaimana alun-alun Dadaha ini di setiap minggunya dapat di jadikan ruang berkreasi para seniman untuk unjuk kebolehannya,”tuturnya.

