Plt Asda 3 Maman R Setiadi Mewakili Wali Kota Tasikmalaya Hadiri Pelantikan PD BKMM DMI Kota Tasikmalaya

Kita hidup pada era ketika teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Perkembangan ini harus kita sikapi dengan bijak.

Teknologi digital dapat menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Melalui media digital, ilmu agama dapat disebarluaskan lebih luas, kegiatan majelis taklim dapat dipublikasikan, dan pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau generasi muda.

Saya mendorong PD BKMM DMI agar mulai memperkuat literasi digital para pengurus dan anggota majelis taklim, memanfaatkan media sosial untuk dakwah yang santun, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi dan menghindari berita bohong, ujaran kebencian, maupun konten yang memecah belah umat.

Baca Juga:Polres Purwakarta Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Perkuat Sinergi dalam Agenda Pemerintahan Daerah

Namun, kita juga harus memahami bahwa kesejahteraan umat tidak cukup hanya diukur dari aspek spiritual. Kesejahteraan juga menyangkut pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, dan kualitas kehidupan keluarga.

Karena itu, majelis taklim perlu didorong menjadi ruang pemberdayaan ekonomi umat, misalnya melalui penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan koperasi atau kelompok usaha, serta perluasan akses terhadap informasi dan peluang ekonomi.

Dengan demikian, dakwah tidak hanya memberikan pencerahan rohani, tetapi juga mendorong umat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menyadari bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah semata. Keberhasilan pembangunan memerlukan dukungan seluruh unsur masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, pengurus masjid, dan majelis taklim.

Baca Juga:Safari Subuh Kamtibmas, Kapolres Pangandaran bersama 587 Santri Ponpes Sabilil Muttaqien

Dalam mewujudkan visi dan program pembangunan Kota Tasikmalaya, kita membutuhkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Di sinilah PD BKMM DMI dapat mengambil peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi digital, dan pengembangan ekonomi umat.

Saya berharap terbangun komunikasi dan kolaborasi yang baik antara PD BKMM DMI dengan perangkat daerah terkait, kecamatan, kelurahan, DMI, DKM, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Mari kita bangun kerja sama yang konkret, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Program-program yang dirancang hendaknya selaras dengan kebutuhan masyarakat, dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dan memiliki hasil yang bisa dirasakan langsung oleh umat.

Baca Juga:Bantuan Revitalisasi SDN Sukabahagia Sukaresmi Cianjur Bantu Perekonomian Masyarakat Sekitar

Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, Saya menitipkan tiga pesan.

Pertama, jadikan amanah sebagai ibadah. Laksanakan tugas organisasi dengan ikhlas, jujur, dan bertanggung jawab.

Kedua, utamakan kebersamaan dan persatuan. Bangun organisasi yang terbuka terhadap gagasan, menghargai perbedaan, dan mengedepankan musyawarah.

Ketiga, hadirkan program yang nyata dan berdampak. Jangan berhenti pada banyaknya kegiatan, tetapi pastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat majelis taklim, memakmurkan masjid, dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Saya juga berharap Rakerda kali ini dapat menghasilkan rencana kerja yang realistis, inovatif, dan terukur, lengkap dengan sasaran, tahapan pelaksanaan, serta evaluasi berkala.

Dengan demikian, kepengurusan periode 2026–2030 dapat meninggalkan jejak pengabdian yang nyata bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Hindari Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Disdikpora Cianjur Perpanjang PJJ Bagi Siswa

Mari kita jadikan masjid sebagai pusat peradaban, majelis taklim sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan, serta teknologi digital sebagai sarana untuk memperluas manfaat dan menyebarkan kebaikan.

Kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya kuat dalam keimanan, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, mandiri secara ekonomi, sehat dalam kehidupan, santun dalam bermasyarakat, dan bijak dalam menggunakan teknologi.

“Semoga dengan kebersamaan antara pemerintah, ulama, organisasi keagamaan, dan seluruh masyarakat, Kota Tasikmalaya senantiasa menjadi kota yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *