“Kami datang untuk menyampaikan evaluasi besar-besaran agar kebijakan daerah bisa diteruskan menjadi masukan bagi pemerintah pusat. Kami ingin kebijakan nasional lebih berpihak kepada kondisi riil masyarakat,”ujarnya.
Ia menegaskan, delapan tuntutan yang dibawa mahasiswa tidak berhenti pada aksi unjuk rasa.
Aliansi mahasiswa akan terus mengawal komitmen DPRD hingga aspirasi tersebut benar-benar disampaikan kepada DPR RI.
“Kami akan terus mengawal hasil pernyataan sikap DPRD agar sampai ke DPR RI dan menjadi bahan perubahan kebijakan nasional,” tegas Encep.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi yang lebih berpihak kepada rakyat.Mereka menilai berbagai keputusan pemerintah tidak boleh hanya kuat di atas kertas, tetapi juga harus terasa manfaatnya di dapur masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Wahid membacakan delapan poin tuntutan mahasiswa. Di antaranya mendesak pemerintah memperkuat sektor produktif seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan dan UMKM, memperbaiki tata kelola subsidi energi agar tepat sasaran, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan efisiensi belanja negara, memperluas partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan ekonomi, hingga memperkuat pemberantasan korupsi.
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim memastikan seluruh aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada DPR RI.
“Kami akan menyampaikan aspirasinya. Surat tuntutan ini akan kami ganti kop DPRD dan langsung kami kirim ke DPR RI,”pungkasnya.

