Upaya Dukung Pelaku UMKM, Wawalkot Tasik Diky Chandra Bersama Senator Komeng Temui Kepala BPJPH RI 

Pertama, halal menandakan bersih dan aman.Kedua, bagi umat Muslim ini sangat penting karena makanan yang halal menjadi bagian dari upaya menjaga diri dari berbagai perilaku buruk dan penyakit hati. Makanan haram bisa menjadi sumber dari banyak persoalan.

Baca Juga:Respons Cepat Satpolairud Polres Purwakarta Tangani Kebakaran Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur

la juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam memahami konsep halal dalam kehidupan sehari-hari.

Diky mencontohkan, sebagian orang sangat berhati-hati terhadap makanan yang diharamkan, namun terkadang melupakan bahwa perbuatan seperti korupsi juga termasuk hal yang diharamkan dalam ajaran agama.

Artinya, semua yang mencintai kebersihan dan terutama umat Islam. Insyaallah akan lebih terjaga dari berbagai hal buruk apabila mengonsumsi makanan yang halal.

Banyak Begara non-Muslim justru menerima dan mempercayai produk berlogo halal karena dianggap memiliki standar kebersihan yang lebih tinggi.

Baca Juga:PHRI dan Pelaku Usaha Restoran Pangandaran Gelar Sosialisasi Hajat Laut, Tekankan Nilai Syukur dan Budaya

Produk halal bahkan dinilai sebagai produk dengan kualitas “double clean” atau dua kali lebih terjamin dari sisi kebersihan dan keamanan. Istilah tersebut, kata Diky, cukup populer di Korea dan menjadi salah satu indikator kualitas produk yang dipercaya konsumen

“Upaya kolaborasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya, Badan Halal, dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat membuka akses sertifikasi halal yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, produk kuliner lokal Tasikmalaya dapat semakin kompetitif, baik pasar nasional maupun internasional, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *