“Kami mengajak seluruh kader dan relawan menjaga semangat, kekompakan, dan amanah rakyat,” tambahnya.
Menurutnya, politik bukan hanya soal memenangkan pemilu, tetapi tentang menghadirkan solusi, mendengar suara rakyat, serta bekerja dengan tulus dan bertanggung jawab.
“Jangan pernah lelah turun ke tengah masyarakat. Hadirlah saat rakyat membutuhkan, bukan hanya saat musim pemilu. Karena kepercayaan tidak lahir dari janji, melainkan dari kerja nyata,”jelasnya.
Kami menyampaikan pesan bahwa perubahan besar lahir dari kebersamaan. “Revolusi bukan tentang pahlawan tunggal. Revolusi adalah matahari yang terbit dari jutaan harapan. Perubahan sejati adalah takbir dan teriakan keadilan yang diucapkan bersama-sama,” katanya.
Ia berharap kader PAN istiqamah dalam perjuangan, teguh memegang komitmen, dan memiliki militansi yang konsisten. “Jangan berhenti belajar, jangan berhenti mengabdi, dan jangan berhenti berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Mengutip siloka Sunda, Budi mengingatkan “Hade goreng ku omong, gedé leutik ku budi”. Martabat seseorang ditentukan oleh ucapan, perilaku, dan budi pekertinya. Karena itu ia meminta kader menjaga nama baik diri, organisasi, dan partai.
Baca Juga:Sambut HAN 2026, BRI Gandeng Dinas Pendidikan Subang Gelar Aksi Kepedulian di SDN Sagalaherang 1
“PAN harus menjadi rumah perjuangan. Menjadi rahim yang melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berani, dan selalu berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

