Pewarta:Kiki.
Subang,Hallo Berita Online.Com-Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Layanan Kesehatan di Kabupaten Subang yang digelar di Ruang Rapat Bupati (RRB 2), Selasa (28/04/2026). Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BP4D, Kepala Dinas Sosial, Direktur RSUD, para camat, serta seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Subang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos, M.Si., dalam pengantarnya menegaskan pentingnya sektor kesehatan sebagai fondasi utama jalannya pembangunan daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Dwinan Marchiawati, MARS., melaporkan bahwa seluruh kepala puskesmas hadir dalam rapat tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyamakan persepsi dan standar pelayanan kesehatan. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan, mengingat tingginya jumlah kunjungan pasien, yang mayoritas merupakan pasien datang langsung tanpa rujukan.
Direktur RSUD Subang dr. Ahmad Nasuhi mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan pasien, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengalami lonjakan signifikan. Dengan kapasitas 280 tempat tidur, RSUD Subang saat ini menghadapi tingkat keterisian yang tinggi, bahkan antrean pasien di IGD dapat mencapai hingga 12 jam, jauh dari standar pelayanan ideal di bawah 6 jam. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan yang tidak memperbolehkan penolakan pasien, sehingga fasilitas yang ada harus tetap melayani meskipun kapasitas terbatas.
Selain itu, keterbatasan alat kesehatan serta tingginya kasus penyakit kronis seperti gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah turut menjadi tantangan tersendiri dalam pembiayaan dan pelayanan.
Ojang Sohandi selaku ketua TP2D menekankan pentingnya sinkronisasi sistem layanan kesehatan, khususnya dalam pengaturan jadwal dokter spesialis agar dapat melakukan kunjungan ke puskesmas. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit. Hal ini sejalan dengan target Bupati agar sebanyak 144 jenis penyakit dapat ditangani secara optimal di tingkat puskesmas.
Baca Juga:Gercep Tindak Aduan Warga, Samapta Polres Purwakarta Turun Langsung Cek Dugaan Premanisme

