Ragam  

Yayasan Bakti Anak Negeri Harapkan Klarifikasi atas Polemik Pasca Harmoni Tanpa Batas

Pewarta:Iyut K.

Ciamis,Hallo Berita Online.Com-
Kesuksesan acara Harmoni Tanpa Batas yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 pada 16 Juni 2026 menyisakan sejumlah pertanyaan. Pembina Yayasan Bakti Anak Negeri, Brigjen TNI (Purn) Rubiono Prawiro, menduga adanya pihak-pihak yang memanfaatkan momentum tersebut untuk kepentingan tertentu sehingga mengabaikan peran pihak penyelenggara utama.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, Lapas Kelas IIB Ciamis, dan Yayasan Bakti Anak Negeri itu menghadirkan sejumlah penampilan seni, termasuk musisi Charly Van Houten (VHT).

Menurut Rubiono, Yayasan Bakti Anak Negeri yang menjadi pihak pendukung utama kegiatan tersebut justru tidak mendapatkan apresiasi yang layak selama acara berlangsung. Ia menyoroti tidak adanya penyebutan nama yayasan oleh pihak event organizer maupun oleh artis yang tampil di panggung.

Baca Juga:Kang Rey Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji Subang, Do’akan Menjadi Haji Mabrur dan Hajah Mabruroh

“Saya menyayangkan jika benar terjadi ketidakprofesionalan dalam pelaksanaan acara. Yayasan Bakti Anak Negeri yang menjadi sponsor dan pendukung utama kegiatan justru tidak disebutkan sama sekali. Bahkan saat penampilan Charly VHT, tidak ada ucapan terima kasih kepada pihak yang mengundang dan mendukung kegiatan tersebut,” ujar Rubiono,kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Ia juga mempertanyakan mengapa dalam penampilan tersebut justru muncul pembahasan mengenai Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, yang menurutnya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan pembinaan musik di Lapas Ciamis.

“Yang menjadi pertanyaan, mengapa perhatian justru lebih banyak tertuju kepada pihak lain. Padahal dukungan terhadap Pojok Musik Lapas Ciamis berasal dari Yayasan Bakti Anak Negeri,” katanya.

Baca Juga:Kang Rey Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji Subang, Do’akan Menjadi Haji Mabrur dan Hajah Mabruroh

Rubiono menegaskan bahwa sejak berdiri pada 2014, Yayasan Bakti Anak Negeri menjalankan berbagai program sosial dan pembinaan tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN. Seluruh pendanaan berasal dari kontribusi para pendiri yayasan, termasuk dari royalti karya lagu dan karya tulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *