Pewarta:H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparulloh menghadiri undangan pelepasan KKN tematik Tahun 2026 di Kampus Universitas Perjuangan Kota Tasikmalaya, Selasa (21/07/26).
Dalam sambutannya, Drs H Asep Goparulloh membacakan sambutan tertulis Wali Kota Tasikmalaya, H Gimana Alfarizi Ramadhan, ST., MBA
KKN merupakan saat ketika ilmu keluar dari ruang kuliah dan diuji langsung di ruang kehidupan. Di kampus, mahasiswa mempelajari teori, metode, teknologi, dan berbagai konsep. Namun, di tengah masyarakat, seluruh pengetahuan itu akan berhadapan dengan kenyataan yang lebih kompleks.
Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya, H. Viman Alfarizi Terima Kunjungan UTM Malaysia
Saudara-saudara akan bertemu dengan karakter warga yang beragam, keterbatasan sumber daya, persoalan sosial, serta kebutuhan yang terkadang tidak tertulis di dalam buku. Di situlah kemampuan mendengar, beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja bersama akan menentukan keberhasilan.
KKN bukan sekadar kewajiban akademik. KKN adalah proses pembentukan kepekaan, kedewasaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial seorang mahasiswa.
KKN Tematik ini memiliki posisi yang strategis karena sejalan dengan arah pembangunan nasional, terutama Asta Cita Keempat mengenai penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta peran pemuda; dan Asta Cita Keenam mengenai pembangunan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Pembangunan dari bawah berarti persoalan nasional diterjemahkan menjadi kerja nyata di lingkungan keluarga, RT, RW, kelurahan, dan komunitas. Di titik inilah mahasiswa dapat menjadi penghubung antara kebijakan besar dengan kebutuhan warga: membantu pendataan, memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan inovasi, serta mendampingi perubahan perilaku.
Bagi Kota Tasikmalaya, kolaborasi ini sangat kita perlukan. Data pembangunan tahun 2025 mencatat tingkat kemiskinan Kota Tasikmalaya sebesar 10,84 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,43 persen. Angka tersebut bukan sekadar pembangunan tahun 2025 mencatat tingkat kemiskinan Kota Tasikmalaya sebesar 10,84 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,43 persen. Angka tersebut bukan sekadar statistik. Pesannya jelas: peningkatan pendidikan harus diikuti jembatan yang semakin kuat menuju dunia kerja, dunia usaha, kewirausahaan, dan ruang pengabdian.
Karena itu, program KKN dapat diarahkan pada kebutuhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat: penguatan literasi dan pendidikan, pendampingan UMKM, pemasaran digital, serta pencatatan keuangan sederhana; edukasi kesehatan dan gizi keluarga; pencegahan stunting; pengelolaan sampah dari sumber; pemetaan potensi wilayah; hingga pendampingan pelayanan digital di tingkat kelurahan.

