Arah tersebut memiliki titik temu yang kuat dengan Tasik Pintar melalui penguatan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, serta Tasik Pelak melalui pemberdayaan ekonomi lokal, kewirausahaan, dan penciptaan kesempatan kerja. Sesuai kebutuhan lokasi, KKN juga dapat memperkuat Tasik GEMAS dalam bidang kesehatan masyarakat dan Tasik Resik dalam pengelolaan lingkungan.
Kepada jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya, perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan, saya meminta agar pelaksanaan KKN ini didukung secara proporsional. Bantu mahasiswa memperoleh data yang diperlukan, hubungkan dengan kelompok masyarakat, dan arahkan program agar selaras dengan kebutuhan wilayah serta tidak menduplikasi kegiatan yang sudah berjalan.
Pemerintah harus menjadi pengarah lokus, penyedia data, fasilitator lapangan, penghubung lintas sektor, sekaligus pengguna hasil KKN. Temuan mahasiswa mengenai potensi ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pelayanan publik perlu dihimpun sebagai bahan evaluasi serta perencanaan.
Baca Juga:Pemkab Cianjur Bongkar Bangunan Tanpa Izin di Jalan Raya Bandung Ciranjang
Setiap kelompok KKN setidaknya harus meninggalkan tiga hal: pengetahuan yang bertambah, kapasitas masyarakat yang menguat, dan sistem yang dapat diteruskan.
Karena itu, laporan KKN jangan hanya berisi dokumentasi kegiatan. Harus ada pemetaan kondisi awal, masalah prioritas, sasaran penerima manfaat, intervensi yang dilakukan, perubahan yang dihasilkan, rekomendasi tindak lanjut, serta siapa yang akan melanjutkan program setelah KKN berakhir.
Kepada perguruan tinggi dan para dosen pembimbing, saya berharap hasil KKN tidak berhenti sebagai laporan akademik. Hasil yang berkualitas perlu dikembalikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam bentuk yang sederhana, terukur, dan dapat ditindaklanjuti. Program yang berhasil dapat dikembangkan menjadi lokasi binaan, penelitian lanjutan, atau model kolaborasi antar lembaga.
Saudara-saudara mahasiswa juga membawa nama baik perguruan tinggi dan pendidikan tinggi Indonesia. Jagalah sikap, kesehatan, dan keselamatan. Gunakan media sosial secara bijak. Dokumentasikan kegiatan untuk menyebarkan praktik baik, karena ukuran keberhasilan KKN adalah seberapa dalam kepercayaan masyarakat yang dibangun dan seberapa nyata perubahan yang ditinggalkan.
Saya menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah IV, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, seluruh perguruan tinggi peserta, para dosen pembimbing, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Pemerintah daerah membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis untuk membaca persoalan, melahirkan inovasi, dan mempercepat penyelesaian tantangan pembangunan.
Kepada seluruh mahasiswa peserta KKN, selamat melaksanakan tugas pengabdian. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dengarkan masyarakat dengan hati, gunakan ilmu dengan rendah hati, dan jadikan setiap persoalan sebagai kesempatan untuk menghadirkan solusi.
Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya, H. Viman Alfarizi Terima Kunjungan UTM Malaysia
“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, perlindungan, kelancaran, dan keberkahan selama saudara-saudara menjalankan KKN. Teruslah menjadi pelita; bukan pelita yang merasa paling terang, tetapi pelita yang bersedia hadir ketika masyarakat membutuhkan cahaya, “pungkasnya.

