Pewara:H Amir.
Kota Tasik Hallo Berita Online.Com- Sejak lama sudah mengatakan butuh kegiatan positif untuk anak-anak muda, karena tentunya tidak ingin nanti di masa dewasanya menjadi anak-anak yang nakal, maka perlu ada kegiatan -kegiatan yang positif.
“Demikian pula dengan para orang tua, sama juga butuh ruang untuk mengekspresikan diri dalam bentuk apa pun itu, selama itu tidak melawan etika, dan moral harusnya memberikan ruang”, kata Wakil Wali Kota Tasikmalaya R Diky Candranegara, usai menghadiri kegiatan ceramah umum yang diadakan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Rabu (22/07/26.
Berbagai aktivitas produktif seperti kerajinan tangan, budidaya ikan lele, peternakan ayam petelur hingga kegiatan ekonomi sederhana dapat menjadi pilihan bagi para lansia yang masih ingin berkarya.
Baca Juga:DPC PKB Kota Tasik Adakan Silaturahmi Pengenalan Pengurus Baru Periode 2026-2031 dan Doa Bersama
Diky bahkan berharap ke depan muncul lebih banyak dermawan yang bersedia membantu menyediakan sarana produksi bagi kelompok lansia agar mereka memiliki aktivitas yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.
Meski demikian, dia mengingatkan produktivitas lansia tidak boleh dijadikan tuntutan. Justru generasi muda yang seharusnya menjadi kelompok paling produktif.
“Yang harus dituntut produktif itu anak-anak muda. Jangan sampai mengandalkan orang tua atau bergantung kepada orang lain. Lansia kalau masih produktif itu bonus, bukan kewajiban,”ungkapnya.
Menurutnya,ukuran keberhasilan lansia bukan semata-mata menghasilkan uang, tetapi mampu menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia.
“Sehat saja itu sudah sebuah keberuntungan. Jangan kita terus menuntut orang tua harus begini, harus begitu. Justru kita yang harus bergerak untuk mereka,”tuturnya.
Diky mengaku pemerintah memiliki keinginan menghadirkan lebih banyak ruang publik bagi berbagai komunitas, termasuk lansia, pemuda, atlet hingga pekerja informal.
Baca Juga:Pastikan Program Berjalan Tepat Sasaran, Asda II Sekda Pelalawan Lakukan Monev KURDA Tahun 2026
Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh kebutuhan harus disusun berdasarkan skala prioritas.
Saat ini, kata dia, Pemerintah Kota Tasikmalaya masih memfokuskan anggaran pada dua persoalan besar, yakni pengentasan kemiskinan dan penanganan sampah.
“Banyak kebutuhan masyarakat. Tapi saat ini fokus utama pemerintah adalah kemiskinan dan persampahan karena dampaknya sangat luas, mulai dari pengangguran, stunting sampai penggerakan ekonomi,” ucapnya.

