Adanya Isu Miring Beredar Soal Pembangunan SMAN 11 Tasikmalaya, Nanang Nurjamil Membantah, Itu Tidak Benar

Baca Juga:Silaturahmi Idul Fitri, Bupati Ciamis Tekankan Peran Camat sebagai Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat

“Yang akan menjadi korbannya adalah sebanyak sekitar 1796 siswa, lalu siapa nanti yang akan bertanggung jawab. Kalau anak-anak yang ada di Kecamatan Bungursari ini tidak bisa lagi mengenyam lagi pendidikan yang sudah puluhan tahun yang merasakan pendidikan gratis di sekolah negeri dalam hal ini tingkat SMAN,”imbuhnya.

Kan sudah diketahui bersama,jelas Nanang, sekolah ini kan kita telah berjuang dengan keras agar di Kecamatan Bungursari ini ada, SMA Negeri dan ini alhamdulillah dapat terwujud. Oleh karenya kami minta hayu kita dorong bersama-sama.

Kalau seandainya ada temuan, ya silahkan saja, namanya juga temuan. Ini kan negara hukum, tapi jangan memberitakan sesuatu yang tidak terkonfirmasi terlebih dahulu, jangan hanya, sepihak saja.

“Kami juga kan siap kalau ada dari pihak media yang ingin mengkonfirmasi, dimana setelah dikonfirmasi akan jelas. Jangan hanya mendengar informasi secara sepihak kami pun juga di konfirmasi agar bisa dengar penjelasannya juga,”tuturnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pemberitaan yang tidak jelas itulah membuat kami bingung untuk membuat hak jawab atas pemberitaan yang kami anggap tidak sesuai, yang dalam pemberitaan tersebut tidak ada kontak person, alamat redaksi tidak ada, email pun tidak ada. Padahal kami sudah siap akan hak jawab kepada media tersebut.

“Karena nya dalam hal pemberitaan tersebut kami melayangkan surat ke Dewan Pers dengan melampirkan isi berita itu.Mudah- mudahan Dewan Pers bisa tahu,”ujarnya.

Kalau isi pemberitaan tersebut tidak terklarifikasi kan bisa berbahaya, mending kalau datanya faktual seperti yang kami tunjukan pada kegiatan konferensi Pers tadi.

Baca Juga:14 Pelaku Pengeroyokan Brutal Diamankan, Kapolres Purwakarta Tegaskan Tidak Ada Toleransi Premanisme

“Dalam surat yang kami layangkan ke Dewan Pers, kami akan meminta petunjuk ini ada media yang memberitakan seperti ini lalu kami tidak tahu cara melakukan hak jawab ini harus kemana. Mudah-mudahan ada petunjuk dari Dewan Pers,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *