Lebih lanjut, Diky menyampaikan Tentunya dengan digelarnya Pasanggiri Ngibing Pencak Silat Priangan Timur ini sedikit banyaknya bisa memberikan perubahan untuk ekonomi Kota Tasikmalaya, karena yang ikut acara ini ada juga yang datang dari luar Kota Tasikmalaya.
“Seni ibing lebih mengedepankan aspek keindahan, wirasa, wiraga, dan wirama. Gerakan silat yang bersifat praktis dan beladiri disesuaikan dengan ritme kendang,”ungkap Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Kang Rey Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang Penetapan KUA-PPAS Tahun 2027, Tegaskan Ini
Menurutnya,pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan mengandung filosofi kehidupan yang dalam.Seperti semangat ksatria,sikap tolong-menolong, dan keseimbangan hidup.
“Kami menilai ajang ini tidak hanya menjunjung tinggi sportivitas, tetapi juga menjadi sarana menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal,”ucap Diky Chandra.

