“Gambut harus dijaga kelembapannya. Tata kelola air sangat penting, karena kalau gambut kering, dipantik sedikit saja bisa menimbulkan kebakaran yang besar.” jelasnya.
Baca Juga:Bantuan Revitalisasi SDN Sukabahagia Sukaresmi Cianjur Bantu Perekonomian Masyarakat Sekitar
Di sisi lain, Bupati menyebut pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang membuka lahan di kawasan dengan status tertentu. Sebab, sebagian lahan berada di kawasan hutan produksi, hutan tanaman industri maupun kawasan lainnya yang memiliki ketentuan dan regulasi berbeda.
“Pemda tentu tidak berani memberikan bantuan jika tidak sesuai regulasi, karena ini juga berisiko bagi pemerintah daerah. Karena itu, pertemuan ini penting untuk membangun sinergi dan mendengarkan aspirasi masyarakat.” katanya.
Bupati berharap kunjungan dan penyuluhan yang dilakukan Mabes TNI dapat menjadi momentum memperkuat sinergi yang lebih konkret antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Pelalawan.
“Kami berharap setelah ini sinergitas semakin konkret. Kami juga berharap dukungan Mabes TNI di Pelalawan dapat membantu percepatan upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Pelalawan.” harapnya.
Baca Juga:Prof. Diana Sari Rektor Baru USB Bandung, Target Kembalikan Kejayaan USB Masa lalu
Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Mayjen TNI Dedi Zulkifli menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan selama pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Acara tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan izin pamit tim setelah melaksanakan rangkaian kegiatan di Kabupaten Pelalawan.(Sumber Media Center Pelalawan).

