Menganggap Kritik Sebagai Bentuk Kasih Sayang
Bukannya antikritik, politisi yang dikenal humanis ini justru memandang polemik ini dari sudut pandang positif. Baginya, gelombang protes dan masukan yang datang dari masyarakat maupun para tokoh merupakan bukti nyata bahwa warga Purwakarta sangat peduli terhadap pemimpinnya.
“Sekali lagi Om Zein mohon maaf, terima kasih atas perhatiannya. Dan Om Zein yakin kritikan itu adalah suatu bentuk kasih sayang dan bentuk perhatian masyarakat, tokoh, atau siapa pun terhadap Om Zein,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis.
Baca Juga:Secara Aklamasi, Zaenal Ihsan Kembali Terpilih Pimpin Pokja PWI Kota Bandung
Sikap legawa ini dinilai banyak pihak sebagai contoh komunikasi publik yang baik dari seorang pejabat daerah. Alih-alih membela diri secara reaktif, Om Zein memilih mendengarkan suara publik dengan kepala dingin.
Komitmen Menjaga Budaya Purwakarta
Kontroversi lagu ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya dalam memilah diksi di ruang publik. Sebagai penutup dari klarifikasi terbukanya, Bupati Purwakarta menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mengingatkannya.
“Terima kasih yang sudah mengingatkan. Sampurasun, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” pungkas Om Zein dengan salam khas Sunda yang sarat akan penghormatan.
Dengan adanya klarifikasi resmi dan penghapusan video lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejad” ini, diharapkan polemik di media sosial dapat segera mereda.
Masyarakat pun diimbau untuk kembali fokus mendukung program-program pembangunan daerah demi kemajuan Kabupaten Purwakarta ke depan.

