Karya seperti ini harus terus dimunculkan. Kota Tasikmalaya idealnya memiliki galeri seni sehingga karya para pelukis bisa dipamerkan lebih lama dan dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya satu atau dua hari.
Baca Juga:Debit Air Menyusut? Perumda Air Minum TRS Jawab Keresahan Masyarakat, Ini Penjelasannya
Diky juga mengusulkan adanya kolaborasi antara para seniman dengan kalangan pengusaha melalui forum diskusi atau Focus Group Discussion (FGD). Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan lelang lukisan yang mengangkat cerita dan potensi Kota Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan ekonomi kreatif.
Menanggapi perkembangan teknologi dan digitalisasi, Diky Chandra optimistis karya seni rupa orisinal akan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat.
Meskipun teknologi terus berkembang pesat, karya seni yang dibuat secara langsung oleh tangan manusia memiliki nilai artistik dan emosional yang tidak dapat tergantikan.
“Teknologi akan terus berkembang, tetapi pada akhirnya orang akan kembali menghargai sesuatu yang alami atau back to nature. Karya seni asli akan tetap memiliki nilai dan penggemarnya sendiri,” pungkasnya.

