Namun, dirinya meyakini pemerintah pusat masih mencari formulasi terbaik agar program nasional dapat terintegrasi dengan kebutuhan pemerintah daerah.
“Kita sedang berada dalam kondisi fiskal yang bergejolak, termasuk dipengaruhi situasi geopolitik. Saya yakin nanti akan ditemukan formulasi terbaik agar program pusat selaras dengan RPJMN, RPJMD provinsi hingga RPJMD kabupaten dan kota,”terangnya.
Secara khusus, Oleh Soleh menyoroti kondisi keuangan Kota Tasikmalaya yang disebut sedang menghadapi defisit sekitar Rp200 miliar.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan bukan menambah program baru, melainkan membedah kembali dokumen APBD dan menentukan ulang skala prioritas pembangunan.
“Perencanaan RKPD yang sudah ditetapkan di dalam Perda APBD harus dibongkar ulang. Mana yang benar-benar menjadi prioritas, mana yang bisa ditunda. Kalau tidak dilakukan, ini bisa menjadi bom waktu,”tegasnya.
Ia menilai revisi APBD harus dilakukan secepat mungkin menyesuaikan kondisi riil pendapatan daerah.
Pasalnya, berbagai program yang sudah diumumkan kepada masyarakat dikhawatirkan tidak dapat direalisasikan apabila kemampuan fiskal tidak mencukupi.
“Kasihan kalau kegiatan sudah dipublikasikan, tetapi ternyata anggarannya tidak ada. Karena itu perubahan APBD harus segera dilakukan sesuai prognosa keuangan daerah,” katanya.
Selain melakukan refocusing anggaran, Oleh Soleh juga mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kementerian, hingga DPR RI agar memperoleh dukungan program maupun pembiayaan dari pemerintah pusat.
Ia optimistis duet kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra mampu mencari jalan keluar di tengah keterbatasan fiskal.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Kota Resmi Berganti, AKBP Andik Eko Siswanto Jabat Kapolres Baru
“Saya yakin Pak Viman dan Pak Diky bisa menyelesaikan persoalan ini. Setelah skala prioritas ditetapkan, komunikasi dengan gubernur, kementerian dan DPR harus diperkuat agar ada program yang bisa dibawa ke Kota Tasikmalaya,” imbuhnya.
Di sela kunjungannya, Oleh Soleh juga mengapresiasi gaya kepemimpinan Diky Candra yang dinilainya humanis di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi, pengangguran hingga persoalan fiskal daerah.
“Pendekatan komunikasi yang hangat menjadi modal penting dalam menjaga optimisme masyarakat ketika pemerintah sedang menghadapi tantangan anggaran, ” pungkasnya.

