Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya memiliki komitmen penuh terhadap program-program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan. kami memandang KWT sebagai pilar penting ekonomi kreatif dan ketahanan pangan di tingkat akar rumput.
Untuk mewujudkan pertanian perkotaan yang maju, mandiri, dan berdaya saing, kita memerlukan sinergi.
Maju, artinya KWT harus mulai melek teknologi pertanian, baik itu hidroponik, pemanfaatan pupuk organik, hingga digitalisasi pemasaran.
Mandiri, artinya KWT mampu mengelola modal, benih, dan pasarnya sendiri tanpa ketergantungan penuh pada pihak luar.
“Berdaya saing, artinya produk hasil panen KWT Cipedes memiliki kualitas yang baik, kemasan yang menarik, dan mampu menembus pasar yang lebih luas di Kota Tasikmalaya,”jelasnya.
Baca Juga:Dua Lokal SDN Bojongsari 1 Sukaluyu, Akan Mendapatkan Bantuan DAU dari Pemda Cianjur
Kami di DPRD akan terus mendorong pemerintah daerah, khususnya mitra kerja kami di dinas terkait, untuk terus memberikan pendampingan, menyalurkan bantuan sarana prasarana, serta membuka akses pelatihan yang dibutuhkan oleh KWT BPP Cipedes ini.
Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPP Cipedes dan seluruh penyuluh yang tanpa lelah mendampingi ibu-ibu KWT. kepada seluruh anggota KWT, tetaplah kompak, teruslah menanam, dan jadilah inspirasi bagi perempuan-perempuan lain di Kota Tasikmalaya.
“Mari kita jadikan momen HUT RI ke-81 ini sebagai bahan bakar semangat untuk terus berkarya, demi mewujudkan Cipedes yang hijau, tasikmalaya yang mandiri pangan, dan Indonesia yang maju, “kata Hj Evi.

