Baca Juga:Tikorda Adalah Komitmen Kolektif Menjaga Ketahanan dan Kesehatan Pangan, Ungkap Kang Akur
Menurutnya, perkembangan zaman membuat penggunaan bahasa daerah dan budaya daerah terutama pupuh yang di kalangan anak-anak perlu terus diperkuat.
“Karena itu, kegiatan seperti FTBI dinilai penting sebagai ruang pembinaan sekaligus apresiasi terhadap peserta didik yang memiliki bakat di bidang bahasa dan sastra Sunda,”ungkapnya.
Dadi berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti perlombaan, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan membiasakan penggunaan bahasa Sunda dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.
Baca Juga:Muscab ke 3 APDESI Pangandaran Digelar, Perkuat Soliditas dan Sinergi Pemerintahan Desa
Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman dan prestasi, tetapi juga menjadi tunas-tunas yang ikut melestarikan bahasa dan budaya Sunda di masa yang akan datang,dan Alhamdulilah kegiatan berjalan lancar,” pungkas nya.
Kegiatan FTBI juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap identitas budaya daerah. Dengan demikian, bahasa Sunda tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

