Menurutnya,keberadaan Ponpes Al Munawwar Jarnauziyyah yang tumbuh dari bawah secara mandiri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mencetak generasi dan masyarakat yang religius, berakhlak, serta mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Semua yang kita cita-citakan tidak bisa dicapai secara instan. Perlu proses panjang, perjuangan, jatuh bangun, serta keteguhan tekad dan keistiqamahan. Inilah yang akhirnya melahirkan Pondok Pesantren Al Munawwar seperti yang kita saksikan hari ini,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Diky menyampaikan kami berharap Ponpes Al Munawwar Jarnauziyyah dapat terus berkembang dan meningkatkan kiprahnya di tengah masyarakat.
“Khususnya dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di era modern saat ini,”kata Diky Chandra berharap.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al Munawwar Jarnauzyyiah, Dr. KH. Pepep Fuad Muslim, menyampaikan bahwa Haul digelar untuk mendoakan para masyayikh, khususnya Mama Pasir Bokor selaku pendiri pesantren. Ia juga menyebut agenda ini sebagai ruang silaturahmi besar bagi para alumni yang datang dari berbagai wilayah.
“Melalui Haul ini kita mengenang jasa pendiri, sekaligus memperkuat ikatan antar alumni dan santri. Harapannya, ilmu yang didapat di pesantren bisa diamalkan dan menjadi teladan dalam kehidupan,”kata KH. Pepep.

