Menurutnya, langkah rekrutmen tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kota Tasikmalaya yang sempat mengalami dinamika.
Daniel juga menyoroti kondisi Musda V Golkar Kota Tasikmalaya yang hanya diikuti satu kandidat. Menurutnya, situasi tersebut justru menjadi momentum untuk membangun soliditas internal partai tanpa harus menghabiskan energi dalam konflik internal yang berkepanjangan.
“Kita hanya punya waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu. Jadi, kondusivitas dalam dinamika Musda harus diapresiasi dengan semangat untuk memantapkan konsolidasi untuk menopang kesuksesan partai,” katanya.
Sementara itu, menanggapi tawaran tersebut, Diky Chandra menanggapinya dengan santai. Wakil Wali Kota Tasikmalaya itu mengaku bersyukur atas perhatian dan tawaran yang diberikan oleh Ketua DPD Golkar Jabar.
Ia menyatakan akan mempertimbangkan tawaran tersebut dengan matang. Terkait gesturnya ketika mengikuti pembacaan Panca Bhakti Golkar, Diky menegaskan bahwa sikap tersebut bukan berarti dirinya telah menentukan pilihan politik.
Ia menyebut apa yang dilakukannya semata-mata sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian acara resmi yang sedang berlangsung.
Jadi kayak Pancasila, tinggal mengikuti apa yang disampaikan MC. Itu bentuk penghormatan saja terhadap acara.
“Untuk hal ini mengaku masih terus mempertimbangkan dan mempelajari organisasi politik sebelum menentukan sikap. Dengan demikian, gestur Diky saat mengikuti pembacaan Panca Bhakti yang awalnya hanya bentuk penghormatan, justru menjadi perhatian tersendiri dan berujung pada tawaran terbuka untuk bergabung menjadi keluarga besar Partai Golkar, “pungkasnya.

