Ia menyebut aspirasi tersebut nantinya dapat diperjuangkan melalui jalur yang sesuai.
Di sisi lain, Diky mengingatkan pentingnya mengangkat kembali sejarah perempuan-perempuan hebat asal Tasikmalaya yang belum banyak dikenal generasi muda.Referensi Geografis
Salah satunya adalah Raden Ayu Rasmini Rat, tokoh perempuan intelektual yang lahir sekitar tiga dekade sebelum R.A. Kartini.
Raden Ayu Rasmini Rat pernah menulis buku Carita Erman Warnasari jilid 1 dan 2 yang pada masanya mampu terjual hingga sekitar 6.000–7.000 eksemplar.
Kiprah tersebut menjadi bukti bahwa Kota Tasikmalaya memiliki sosok perempuan pelopor literasi yang layak mendapat perhatian lebih luas.
Seharusnya beliau juga tercatat sebagai pahlawan nasional, khususnya pahlawan perempuan intelektual. Kota Tasikmalaya memiliki sejarah yang luar biasa dan jangan sampai terlupakan.
Pelestarian budaya Sunda menjadi pekerjaan rumah bersama.Peran seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak sangat strategis untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya, bahasa, dan warisan intelektual daerah kepada generasi penerus.
Masih banyak produk-produk budaya yang mulai terlupakan oleh anak-anak muda. Di sinilah peran para ibu sangat penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.
Pelantikan pengurus baru Pasundan Istri diharapkan menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan, sekaligus menjaga identitas budaya Sunda di Kota Tasikmalaya.
“Di tengah tantangan zaman, semangat gotong royong yang terus menyala menjadi pengingat bahwa pengabdian terbesar lahir dari kemauan untuk berkarya, bukan sekadar menunggu uluran anggaran, “pungkasnya.

