Pewarta:H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Kota yang kuat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keluarga yang tangguh, perempuan yang berdaya, dan anak-anak yang tumbuh dengan aman serta penuh perhatian. Karena dari keluargalah karakter dibentuk, dari perempuanlah banyak nilai kehidupan diwariskan, dan dari anak-anaklah masa depan Kota Tasikmalaya disiapkan.
Karena itu, saya melihat Sekar Wanoja Kota Tasikmalaya sebagai gerakan yang sangat relevan. “Sekar” bermakna tumbuh dan mekar, sementara “Wanoja” mengingatkan kita pada perempuan, pada sosok ibu yang sejatinya Al-Ummu Madrasatul Ula-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Ini disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan,ST.,MBA di kegiatan launching Sekar wanoja, Pelantikan PUSPAGA Bahagia yang diadakan di Aula Balekota Tasikmalaya, Rabu (06/05/2026).
Baca Juga:DPC FKDT Kota Tasikmalaya Laksanakan Pembinaan Diikuti Ratusan Guru Diniyah
Maka Sekar Wanoja tidak hanya dimaknai sebagai program kegiatan, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi perempuan Kota Tasikmalaya agar semakin percaya diri, mandiri, berpengetahuan, serta mampu mengambil peran besar dalam keluarga dan masyarakat.
Perempuan yang berdaya bukan berarti meninggalkan nilai-nilai keluarga. Justru perempuan yang berdaya adalah perempuan yang mampu menguatkan keluarga, mendidik generasi, menjaga martabat, menggerakkan ekonomi rumah tangga, serta menjadi bagian dari solusi sosial di lingkungannya.
Dalam konteks Kota Tasikmalaya, pemberdayaan perempuan juga harus dekat dengan karakter kota kita sebagai kota yang religius, berbudaya, dan memiliki kekuatan sosial yang besar. Artinya, perempuan Tasikmalaya harus tumbuh dengan ilmu, keterampilan, akhlak, keberanian, dan kepedulian.
Baca Juga:Wabup Subang Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas Ke-67, Sampaikan Amanat Mendikdasmen
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat keberadaan PUSPAGA Bahagia Kota Tasikmalaya.
Dalam kehidupan hari ini, persoalan keluarga semakin kompleks. Ada persoalan pola asuh, komunikasi orang tua dan anak, tekanan ekonomi, pengaruh digital, pernikahan usia anak,kekerasan, bullying, sampai persoalan kesehatan mental keluarga. Banyak persoalan muncul bukan karena keluarga tidak sayang kepada anak, tetapi karena keluarga membutuhkan pendampingan, ruang konsultasi, dan tempat bertanya yang aman.
Di sinilah PUSPAGA harus hadir. PUSPAGA harus menjadi rumah pembelajaran keluarga. Tempat orang tua bisa belajar mengasuh dengan lebih baik. Tempat anak dan keluarga bisa memperoleh konsultasi, konseling, dan pendampingan. Tempat persoalan keluarga tidak dibiarkan menjadi besar, tetapi dibantu sejak awal dengan pendekatan yang manusiawi, profesional, dan penuh kepedulian.
Baca Juga:Bersama Sat Polairud, Kapolres Purwakarta Turun Langsung Gelar Patroli Perairan
Saya titip kepada pengurus PUSPAGA Bahagia yang hari ini dilantik, jalankan amanah ini dengan hati.

