Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui lomba karya digital Islami, inovasi pembelajaran PAI, konten dakwah kreatif, serta ruang kolaborasi antara siswa, santri, mahasiswa, guru, dan dosen. Dengan demikian, Gebyar PAI tumbuh bukan hanya sebagai perlombaan tahunan, tetapi sebagai ekosistem pembinaan prestasi dan karakter.
Manfaatkan kegiatan ini untuk mengenal teman baru, belajar dari peserta lain, dan membawa pulang pengalaman terbaik. Tunjukkan bahwa generasi muda Islam adalah generasi yang percaya diri, cerdas, terbuka, santun, serta mampu menghargai perbedaan.
Jangan pernah merasa bahwa menjadi religius berarti harus cerdas, terbuka, santun, serta mampu menghargai perbedaan.
Jangan pernah merasa bahwa menjadi religius berarti harus kehilangan kreativitas. Justru nilai agama seharusnya membuat kreativitas lebih terarah dan lebih bermanfaat.
Jadilah generasi yang bukan hanya dekat dengan mushaf, tetapi juga menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Ketika melihat teman kesulitan, bantulah. Ketika memperoleh prestasi, tetaplah rendah hati. Ketika berbeda pendapat, jagalah tutur kata. Ketika berada di ruang digital, sebarkanlah kebaikan.
“Kepada Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, teruslah menjadi rumah bagi tumbuhnya ilmu pengetahuan, moderasi beragama, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus harus menjadi tempat lahirnya gagasan sekaligus tumbuhnya kepedulian,”tuturnya.
Sementara, Rektor INUTAS, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.SI., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gebyar PAI Se-Jawa Barat Vol. II yang digelar oleh HMPS PAI INUTAS. “Saya langsung hadir dan mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa dan seluruh peserta Gebyar PAI.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk memahat adab, mengembangkan kreativitas, dan mengukir prestasi menuju lahirnya generasi Qur’ani,” ujarnya.
Menurutnya, Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian sosial.
“Saya berharap Gebyar PAI Se-Jawa Barat Vol. II menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarpelajar, mahasiswa, guru, dan insan pendidikan Islam se-Jawa Barat. Mari kita buktikan bahwa prestasi yang hebat harus berjalan bersama adab yang kuat,”ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia, para peserta, pendamping, dewan juri, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Baca Juga:Turun ke Jalan, Om Zein Pimpin Ngosrek dan Pengecatan Trotoar Bersama OPD
“Selamat berlomba, junjung sportivitas, tampilkan kemampuan terbaik, dan jadikan Gebyar PAI sebagai bagian dari ikhtiar kita mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlakul karimah,” pungkas Rektor INUTAS.

