Pewarta: H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com- Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara didampingi Plt Asda 1 sekaligus sebagai Kaban Kesbangpol Kota Tasikmalaya Drs. Ade Hendar, MM.,menghadiri kegiatan Gebyar PAI Vol II se-Jawa Barat, bertempat di Kampus Institut Nahdlatul Ulama, Sabtu (08/08/26).
Institut Nahdlatul Ulama (INU) ini sudah seyogyanya bisa memiliki tempat yang lebih representatif lagi, kalau tidak salah sudah ada. Satu lokasi cuma hal ini harus lebih di dorong lagi ke Kementerian Keuangan.Tetapi kita arahnya belum ke sana, belum ada yang bicara. Tetapi dirinya sudah dapat informasi sebelum datang ke INU tentang hal itu, sudah seyogyanya ada perjuangan untuk kesana.
“Tetapi dengan kondisi sekarang pun sebetulnya masih tidak masalah dan harapan saya mahasiswa jangan cuma, sekedar menimba ilmu saja tapi juga bisa mempromosikan INU”, kata Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara.
Menurutnya, tema kegiatan ini, “Memahat Adab, Mengukir Prestasi, Menuju Generasi Qur’ani”, mengandung pesan yang sangat kuat. Urutannya pun bermakna: yang diletakkan paling awal bukan prestasi, melainkan adab.
“Prestasi dapat membuat seseorang dikenal, tetapi adablah yang membuat seseorang dihormati. Ilmu dapat mengangkat derajat, tetapi tanpa adab, ilmu bisa kehilangan arah. Teknologi dapat membuat kita bergerak lebih cepat, tetapi adablah yang menentukan ke mana langkah itu dibawa,”jelasnya.
Lebih lanjut, Diky menyampaikan gebyar PAl ini bukan sekadar arena untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Kegiatan ini merupakan ruang belajar: belajar mempersiapkan diri, belajar tampil di hadapan orang lain, belajar menerima penilaian, belajar mengakui keunggulan teman, serta belajar menang dengan rendah hati dan menerima kekalahan tanpa kehilangan semangat.
“Rangkaian kegiatan ini juga menghadirkan seminar pendidikan mengenai strategi membangun prestasi di era disrupsi digital. Ini merupakan langkah yang tepat, karena generasi Qur’ani tidak boleh menjauh dari perkembangan teknologi. Generasi Qur’ani justru harus hadir di tengah teknologi dengan membawa nilai, etika, kreativitas, dan manfaat,”ungkapnya.
Teknologi memberi kita kecepatan, tetapi Al-Qur’an memberi kita arah.
Baca Juga:Gercep Polres Purwakarta Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan di Cikopo, Pelaku Diamankan Setelah Kejadian
Pemerintah Kota Tasikmalaya menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan masyarakat yang religius sebagai salah satu arah utama pembangunan daerah. Semangat ini sejalan dengan visi Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan Program Tasik Pintar dan Tasik Religius. Melalui Tasik Pintar, Pemerintah Kota mendorong peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter, literasi, kapasitas generasi muda, dan pembinaan prestasi. Melalui Tasik Religius, Pemerintah Kota memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai keagamaan, pendidikan keagamaan dan pesantren, literasi Al-Qur’an, serta kehidupan masyarakat yang rukun dan berakhlak.
Kegiatan seperti ini juga mendukung penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini mengikuti Gebyar PAI, sekitar dua puluh tahun mendatang akan menjadi pemimpin, guru, pengusaha, ulama, aparatur, akademisi, dan tokoh masyarakat. Karena itu, yang sedang kita bangun hari ini bukan hanya keberhasilan sebuah acara, tetapi juga wajah Indonesia pada masa mendatang.
Karena itu, saya berharap Gebyar PAI ini tidak berhenti setelah para juara diumumkan dan foto bersama selesai dilaksanakan. Para peserta terbaik perlu terus dibina. Sekolah dan pesantren perlu terus membuka ruang pengembangan bakat. Perguruan tinggi dapat menjadi mitra dalam penguatan literasi digital, metode pembelajaran agama, dan pengembangan karya kreatif generasi muda.

