“Ambil sebagai contoh, dalam satu hari itu ada 4 kegiatan yang harus di hadiri, di saat kegiatan pertama tiba-tiba mengalami waktu ngaret.Tentu akibatnya akan berpengaruh pada giat kedua ketiga dan ke empat semua kegiatan pada hari itu pasti pada telat waktu karena tidak dapat menghargai waktu,”katanya.
“Untuk itu mulai saat ini, dan ke depannya mengajak agar dalam mengadakan suatu kegiatan itu dapat menghargai waktu,”tambahnya.
Lebih lanjut,Diky menyampaikan kami juga angkat jempol untuk para pelajar yang telah penggagas acara, bahkan satu pelajar yang berprestasi dan mendapatkan penghargaan dari Provinsi menjelaskan perihal Anak yang tidak lanjut sekolah karena masalah ekonomi, administrasi, kebiasaan yang salah dari sudut pandang orang tua dan hal lainnya.
“Kami akui kagum akan sudut pandang pelajar tersebut yang akan diundang di Pemkot Tasikmalaya untuk diskusi lebih dalam, mudah-mudahan sih dapat terlaksana,”tuturnya.

