Menanggapi hal itu, Diky menyatakan pihaknya siap menampung seluruh aspirasi pedagang.
Ia memastikan akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk membahas kemungkinan penangguhan kenaikan retribusi.
Harus ada kepastian agar ekonomi berjalan baik dan PAD meningkat. Jangan sampai kebijakan justru memberatkan pedagang.
Selain itu, Pemkot juga membuka peluang menghidupkan kembali program digitalisasi Pasar Online Cikurubuk (POC) melalui komunikasi dengan Bank Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan menarik kembali minat pembeli.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal mencari solusi atas persoalan yang dihadapi pedagang. Hippataas berharap tindak lanjut konkret segera dilakukan agar aktivitas Pasar Cikurubuk kembali bergairah dan kesejahteraan pedagang meningkat, ” pungkasnya.

