Asal-usul Lirik: Berawal dari suasana kebatinan dan perjalanan spiritual pribadi yang berliku.
Waktu Pembuatan: Ditulis pertama kali dalam bentuk puisi pada tahun 2020.
Tema Utama: Refleksi kisah hidup, lika-liku asmara, dan kondisi keluarganya pada saat itu.
Baca Juga:Bupati Subang Hadiri Syukuran Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, Ini Harapannya
KDM pun meluruskan pemahaman publik agar tidak terjadi salah paham. Ia membenarkan bahwa proyek lagu tersebut dibuat saat Om Zein masih berstatus sebagai pengusaha, bukan seorang pejabat publik.
“Bapak ini sebelum jadi Bupati itu nakal, makanya membuat lirik Lalaki Langit Lalanang Bejad,” celetuk KDM yang langsung diamini oleh Om Zein.
“Iya itu betul cerita tentang diri saya,” jawab Om Zein jujur.
Baca Juga:Wawalkot Tasik, Diky Chandra Hadiri Tabligh Akbar Haflah Imtihan di Purbaratu, Ini Pesannya
Bupati Purwakarta Minta Maaf: Murni Otobiografi, Bukan Merendahkan Wanita
Meskipun liriknya menuai reaksi negatif karena dinilai menggunakan diksi yang kurang pantas, Om Zein menegaskan sama sekali tidak ada niat untuk merendahkan kaum perempuan. Lagu tersebut murni merupakan otobiografi atau refleksi atas kenakalan masa lalunya sendiri.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada warga Purwakarta dan masyarakat luas, Om Zein menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Baca Juga:Secara Aklamasi, Zaenal Ihsan Kembali Terpilih Pimpin Pokja PWI Kota Bandung
“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” tegas Om Zein mengakhiri klarifikasinya.
Dengan adanya penjelasan langsung di hadapan Kang Dedi Mulyadi, diharapkan masyarakat dapat melihat konteks utuh di balik lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejad” sebagai bagian dari masa lalu seseorang yang kini telah berproses menjadi lebih baik.

