Meski menerima dan memahami penjelasan serta latar belakang penciptaan lagu tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap menilai perlunya tindakan nyata sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Menurut Dedi, seorang pemimpin harus membuktikan komitmen moralnya lewat aksi konkret, bukan sekadar kata-kata.
Sebagai bentuk sanksi sosial sekaligus edukasi, Dedi Mulyadi memberikan tugas khusus kepada Om Zein untuk merenovasi 10 rumah layak huni bagi janda muda yang membutuhkan di Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga:Jaga Harmonisasi, Prokopim Ciamis Gelar Silahturahmi Bersama Insan Pers
Aturan Main Sanksi Sosial Om Zein:
• Dilarang Menggunakan APBD: Seluruh biaya pembangunan dan renovasi harus bersumber dari kantong pribadi Om Zein.
• Bantuan Pendidikan Anak: Selain menyediakan hunian yang layak, Om Zein diwajibkan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak dari janda muda tersebut.
• Misi Memuliakan Perempuan: Gerakan ini bertujuan sebagai kompensasi moral untuk mengangkat kembali derajat kaum perempuan.
Baca Juga:Diduga Lakukan Intimidasi dan Pemerasan Empat Oknum Wartawan Ditangkap Polres Ciamis
“Kalau saya bolehlah memberikan sanksi sosial, sanksinya adalah Bapak Bupati (Om Zein) merenovasi 10 rumah untuk janda muda di Purwakarta tanpa menggunakan APBD, itu artinya harus menggunakan uang pribadi. Sekaligus membantu pendidikan anak-anak mereka, bagian dari memuliakan perempuan,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada berwibawa.
Komitmen Om Zein untuk Warga Purwakarta
Menerima titah khusus dari sang Gubernur, Om Zein menyatakan kesiapannya untuk segera melaksanakan tugas tersebut. Langkah ini dipandang banyak pihak sebagai langkah cerdas dedolisisasi konflik, di mana kontroversi seni diubah menjadi program kesejahteraan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat miskin.
Baca Juga:Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pelalawan Resmikan Program bedah Rumah
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat publik di era digital saat ini. Bahwa setiap konten yang diunggah ke media sosial akan selalu memicu multitafsir. Namun, respons cepat Dedi Mulyadi dalam mengubah polemik menjadi aksi sosial patut diapresiasi sebagai gaya kepemimpinan yang solutif.
Kini masyarakat Purwakarta menanti realisasi janji Om Zein untuk menyulap rumah-rumah tidak layak huni milik para janda muda tersebut menjadi istana yang nyaman bagi masa depan anak-anak mereka.

