“Dari sisa-sisa sampah lainnya itu juga bisa dijadikan ecobrick untuk peralatan lain seperti kursi, meja dan lain sebagainya,”jelasnya.
Menurutnya, langkah kecil ini diharapkan dapat membangun karakter generasi muda di Kabupaten Tasikmalaya yang peduli dan mengerti bagaimana cara mendaur ulang sampah.
Baca Juga:Sidang Kedua Perkara BUMD Cianjur, Kuasa Hukum Pemohon Sesalkan Dua Lembaga Legislatif Tidak Hadir
“Dengan kreativitas sehingga dapat mengurangi skala sampah yang diproduksi setiap harinya dapat memiliki nilai guna bagi kehidupan sehari-hari dan menciptakan peluang ekonomi kreatif di masyarakat,” kata
Suci Princessa Nagari.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Cigalontang, Surya Kania,M.Pd, menyampaikan langkah yang dilakukan oleh Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya ini, sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kebersihan dan juga kreativitas siswa SMPN 1 Cigalontang.
“Saya sangat berterimakasih kepada Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya terkhusus kepada kang Iqbal dan The Cessa.Karena telah memilih SMPN 1 Cigalontang sebagai tempat untuk sosialisasi mengenai pendaur ulangan sampah menjadi kerajinan dan menjadi ecobrick.Ini sangat sejalan dengan program kami untuk membuat gapura sekolah SMPN 1 Cigalontang dari bahan ecobrick,”ungkap Surya Kania.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak siswa SMPN 1 Cigalontang,” tambahnya.
la juga menyampaikan pernyataan dukungan dan doa bagi Iqbal Nurhidayat dan Suci Princessa Nagari, yang tengah berjuang di pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.
“Selanjutnya sebagai masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Saya mendukung dan juga mendoakan kang Iqbal dan teh Cessa di pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat, semoga mereka dapat meraih apa yang di cita-citakan dan menjadi representasi Kabupaten Tasikmalaya yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya.

