Penguatan Karakter Siswa, Disdikpora Pangandaran Siapkan Program Religius Terintegrasi

Baca Juga:Peringati HUT ke-78, Sekda Subang Hadiri Senam Sehat dan Cek Kesehatan Gratis Massal 

Dikatakannya,program lainnya mencakup pembiasaan sholat dhuha,hafalan surat- surat pendek, serta doa bersama sebelum kegiatan belajar dimulai. Pada waktu dzuhur, siswa juga diarahkan melaksanakan sholat berjamaah di sekolah sebagai bagian dari penguatan nilai religius.

“Untuk kegiatan kokurikuler, seperti pramuka, dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak berbenturan dengan kegiatan madrasah diniyah,”jelasnya.

Disdikpora juga tengah menyiapkan regulasi berupa surat edaran terkait program Maghrib Mengaji yang akan melibatkan pengawasan guru dan peran aktif orang tua di lingkungan rumah.

Baca Juga:Tekankan Kolaborasi dan Peran Masyarakat, Bupati Ciamis Buka Musrenbang RKPD 2027

“Pembinaan karakter tidak cukup hanya di sekolah. Melalui program seperti Maghrib Mengaji, kami ingin memastikan pembiasaan positif ini berlanjut di masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, Soleh mengakui masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan jumlah tenaga pendidik laki-laki untuk melakukan pengawasan maksimal. Kendati begitu, pihaknya tetap optimistis program ini dapat berjalan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.

“Kami tetap berhati-hati dalam pelaksanaannya dan saat ini masih menunggu kejelasan atau pandangan dari pihak berwenang terkait,”kata Soleh Supriyadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *