Materi visi WALASRI disampaikan Drs.Taufik Rohman, budayawan Jawa Barat sekaligus konseptor utama. Ia menguraikan 5 pilar WALASRI mulai dari kesehatan, keamanan, kesejahteraan, religiusitas hingga nilai Islami sebagai landasan moral pembangunan.
Tokoh muda Pagerageung H. Abinil Karim, yang juga bendahara panitia menambahkan, Milangkala harus jadi refleksi untuk membangun daerah.
Baca Juga:BRI Peduli Serahkan Bantuan Satu Unit Mobil Ambulans Ke Yonzipur 3/YW Pangalengan Kabupaten Bandung
“Dengan WALASRI sebagai pedoman, Pagerageung bisa melahirkan masyarakat yang sehat, aman, makmur, dan berakhlak mulia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Asep Gunawan, melaporkan kegiatan ini di ikuti lebih dari 100 tamu undangan khusus dari perwakilan aparat pemerintahan Kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur gender dan tokoh pemuda.
Asep menghaturkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia yg telah menyukseskan acara ini.Terutama suport Pak Camat yang sangat luar biasa,”ucapnya.
Baca Juga:Kasat Polairud Polres Pangandaran Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Berdasarkan Informasi BMKG
Acara ditutup dengan ziarah ke makam pendiri Kecamatan Pagerageung, Argagunita, dan ulama Eyang Jalalain di Desa Pagerageung.
Acara dipandu Witriani,S.Pd.dan Agus Muharram, S.Pd., dengan pembacaan ayat suci oleh siswa SMAN 1 Pagerageung dan doa oleh KH. Agus R.Milangkala ke-97 Pagerageung 2026: Warga Kompak Wujudkan Visi WALASRI. Pagerageung Rayakan HUT ke-97, Camat: Sinergikan Program dengan WALASRI.

