Pewarta:H Amir.
KOTA TASIK, Hallo Berita Online.Com- Pelaksana Tugas (Plt) Asda I Setda Kota Tasikmalaya Drs Ade Hendar, MM mewakili Wali Kota Tasikmalaya H Gimana Alfarizi Ramadhan, ST., MBA menghadiri sekaligus membuka kegiatan Akademi Kader DMI Angkatan Pertama yang diadakan Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya di Rumah Makan Sambal Hejo Jalan Letjend Mashudi, Sabtu (10/10/26).
Dalam sambutannya, Drs Ade Hendar, MM membacakan teks sambutan tertulis Wali Kota Tasikmalaya H.Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA.
Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PD DMI Kota Tasikmalaya yang terus menjaga proses kaderisasi. Ini penting, karena masjid boleh saja dibangun dengan bangunan yang bagus, tetapi yang membuat masjid itu hidup adalah orang-orang yang mengurusnya dengan ilmu, keikhlasan dan rasa tanggung jawab.
Masjid juga harus menghadirkan manfaat ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan kehidupan. Menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, tempat anak muda menemukan lingkungan yang baik, tempat masyarakat memperoleh ilmu, tumbuhnya kepedulian kepada dhuafa, serta ruang menjaga persaudaraan dan ketenteraman masyarakat.
Baca Juga:Bupati Subang Hadiri Rakor Gubernur Jawa Barat di Kantor Wali Kota Depok
Karena itu, saya melihat Akademi Kader DMI ini bukan sekadar pelatihan bagi pengurus masjid. Ini adalah bagian dari menyiapkan orang-orang yang nantinya menjaga kehidupan umat di lingkungannya masing-masing.
Pengurus masjid sekarang tidak cukup hanya memiliki niat baik. Niat baik harus bertemu dengan tata kelola yang baik. Administrasinya harus tertib, keuangannya harus transparan, programnya harus terencana, komunikasinya harus baik, dan pengurusnya harus mampu merangkul jamaah lintas usia.
Yang tidak kalah penting adalah regenerasi. Jangan sampai kita mempunyai masjid yang megah, tetapi anak-anak mudanya merasa tidak memiliki ruang di dalamnya. Generasi yang hari ini menjadi jamaah, lima atau sepuluh tahun lagi merekalah yang harus meneruskan kepengurusan masjid.
Saya ingin anak-anak muda Tasikmalaya merasa dekat dengan masjid. Mereka bisa belajar agama, berdiskusi, membangun kreativitas, belajar kepemimpinan, sekaligus belajar peduli kepada lingkungan dan masyarakat. Dengan begitu, masjid bukan hanya tempat yang kita datangi, tetapi tempat yang membentuk siapa diri kita.
Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam penguatan sumber daya manusia serta kehidupan masyarakat yang harmonis dan toleran. Artinya, pembangunan bangsa tidak hanya dikerjakan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan karakter, kualitas manusia dan kehidupan sosial yang sehat.
Dalam kerangka pembangunan Kota Tasikmalaya, arah itu kita terjemahkan melalui Visi pembangunan kita yaitu Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa dan perdagangan yang religius, inovatif, maju dan berkelanjutan.

